Jasa Aqiqah Dengan Catering Terbaik di Purwakarta

Jasa Aqiqah Dengan Catering Terbaik di Purwakarta

Jasa Aqiqah Dengan Catering Terbaik di Purwakarta

Jasa Aqiqah Dengan Catering Terbaik di Purwakarta
Jasa Aqiqah Dengan Catering Terbaik di Purwakarta

Bagi kita sebagai umat Islam tentu pelaksanaan acara aqiqah sudah umum kita saksikan, baik itu dalam keluarga besar sendiri ataupun oleh masyarakat lingkungan tempat tinggal kita. Dalam hal acara aqiqah sekarang tidak perlu lagi repot memikirkan persiapan acaranya termasuk makanan karena sekarang sudah ada jasa aqiqah dengan catering terbaik di Purwakarta. Jadi bagi sahabat aqiqah Purwakarta semua yang ingin memperoleh informasi tentang paket aqiqah di Purwakarta maka bisa langsung lihat informasinya di https://aqiqahPurwakarta.com/

Nah, mungkin ada beberapa masyarakat yang masih belum memahami pengertian sampai dengan hukum tentang aqiqah itu sendiri. Sekarang kita akan membahas tentang pengertian dan penjelasan lainnya mengenai ibadah aqiqah ini.

Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah
Pengertian Aqiqah Menurut Bahasa dan Istilah

Aqiqah menurut bahasa arab memiliki arti yakni memotong atau juga bisa membelah. Sedangkan menurut para ulama kata memotong disini mempunyai makna yang ganda. Makna pertama yakni bisa memotong atau menyembelih hewan ternak. Sedangkan makna kedua bisa tentang memotong rambut si bayi atau anak yang di aqiqahkan.

Ada salah satu pendapat seorang ulama yang bisa kita kutip disini tentang defenisi aqiqah tersebut yakni dari Imam Ahmad. Beliau berpendapat bahwa aqiqah itu berasal dari kata al qat’u yang mempunyai makna yakni memotong atau memutuskan. Menurut pendapat Imam Ahmad aqiqah itu memiliki arti penyembelihan.

Hukum Aqiqah Dalam Pandangan Islam

Hukum Aqiqah Dalam Pandangan Islam
Hukum Aqiqah Dalam Pandangan Islam

Sama-sama kita ketahui aqiqah merupakan salah satu ajaran dari Nabi Muhammad SAW. Maka dalam agama Islam hukum tentang aqiqah ini dibedakan menjadi 2 macam yakni sunnah dan wajib. Kedua hukum tersebut juga diambil dari tafsiran dalil-dalil dan juga pendapat dari ulama.

  • Sunnah

Aqiqah hukumnya sunnah merupakan pendapat dari mayoritas ulama besar seperti imam malik, imam ahmad, dan juga imam syafii. Pendapat ini merupakan pendapat yang paling kuat dibandingkan dengan pendapat-pendapat yang lainnya. Jadi menurut para ulama bahwa hukum aqiqah tersebut sunnah muakkad yang artinya sunnah yang harus diutamakan. Artinya jika seseorang mampu atau mempunyai harta yang cukup maka sangat dianjurkan untuk melakukan acara aqiqah anaknya ketika masih bayi atau baru lahir. Nah, lalu bagaimana dengan yang tidak mampu? Bagi orang yang tidak mampu maka aqiqah boleh saja ditinggalkan.

  • Wajib

Ada sebuah hadist yakni artinya “Anak-anak itu tergadai atau tertahan dengan aqiqahnya, maka disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh dan dicukur kepalanya dan diberi nama.” (HR. Ahmad). Beberapa ulama yang berpatokan pada hadist ini mempunyai pendapat bahwasanya hukum aqiqah itu wajib untuk dilaksanakan. Menurut tafsiran mereka tentang dalil tersebut bahwa seorang anak tidak mampu memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya sebelum mereka di aqiqahkan, sehingga hukum aqiqah ini menjadi wajib. Akan tetapi menurut sebagian besar ulama pendapat ini dianggap lemah dan ditolak.

Dalil-Dalil Dasar Tentang Aqiqah

Bagi sahabat aqiqah Purwakarta yang akan melaksanakan acara aqiqah anaknya maka bisa dapatkan informasi mengenai harga aqiqah di Purwakarta lengkap dengan informasi mengenai jasa aqiqah dengan catering terbaik di Purwakarta. Nah, agar sahabat aqiqah Purwakarta tidak ragu atau bingung kami akan bagikan beberapa dalil yang akan menjelaskan tentang sunnahnya melaksanakan aqiqah seorang anak yang baru lahir. Berikut dalilnya dibawah ini :

  • Samurah bin Jundab, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda “Semua anak bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuh kelahiranya disembelih hewan (kambing), diberi nama lalu dicukur rambutnya.” (HR Abu Dawud)
  • Aisyah berkata bahwa Rasulullah bersabda “ Bayi laki-laki diaqiqahkan dengan 2 ekor kambing dan bayi perempuan 1 ekor kambing.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Perlu sahabat aqiqah Purwakarta ketahui pelaksanaan aqiqah tidak hanya sekedar pemotongan hewan saja. Akan tetapi ada syarat dan ketentuan-ketentuan yang harus diikuti. Berikut beberapa tata cara pelaksanaan aqiqah sesuai dengan syariat.

Waktu Pelaksanaan

  • Hari ke 7 setelah kelahiran

Waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama ialah pada hari ke 7 setelah kelahiran si bayi. Pelaksanaan aqiqah juga biasanya dibarengi dengan pencukuran rambut dan pemberian nama bayi. Menurut golongan ulama makiyah berpendapat bahwa jika orang tua tidak melaksanakan aqiqah anaknya hingga lebih dari hari ke 7 maka tanggung jawab untuk mengaqiqahkan anaknya menjadi gugur. Intinya menurut pendapat beliau aqiqah hanya boleh dilakukan pada hari ke 7.

  • Hari ke 7, 14, dan 21 setelah kelahiran

Ulama golongan Hambali berpendapat berbeda dengan golongan ulama makiyah. Mereka berpendapat bahwa pelaksanaan aqiqah tidak harus dilakukan pada hari ke 7, jika orang tua bayi belum bisa melaksanakan aqiqah pada hari ke 7 maka boleh diundur sampai ke hari 14 atau 21. Pendapat ini bukanlah pendapat yang tidak berdasar namun ada dalilnya yakni “ Aqiqah itu disembelih pada hari ke 7 atau ke 14 atau ke 21.” (HR. Baihaqi dan Thabrani).

  • Sebelum Anak Baligh

Ada lagi pendapat lain dari ulama Syafi’iyah bahwa aqiqah ini bisa dilaksanakan kapan saja. Baik itu di hari ke 7, 14, 21, ataupun hari-hari sesudahnya. Selama anak tersebut belum baligh. Jika usia anak tersebut sudah baligh maka tanggung jawab pelaksanaan aqiqah oleh orang tua menjadi gugur.

Jenis dan Syarat Hewan untuk Aqiqah

Jenis hean yang digunakan untuk aqiqah merupakan hewan ternak yaitu seperti domba atau kambing. Tidak ada tuntutan yang menyebutkan tentang jeni kelamin hewan tersebut, namun ada syarat-syarat untuk pemilihan hewannya berikut beberapa syaratnya :

  1. Hewan tersebut harus sehat jasmani dan tidak boleh ada cacat fisik.
  2. Hewan tersebut boleh jantan ataupun betina.
  3. Kambing atau domba bukan hasil curian.
  4. Untuk hewan kambing usianya harus setidaknya minimal 1 tahun.
  5. Untuk hewan domba usianya minimal harus 6 bulan.

Jumlah Hewan yang Disembelih

Penetapan jumlah hewan untuk aqiqah itu berdasarkan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Hadist tersebut mengatakan bahwa jumlah hewan untuk aqiqah antara anak laki-laki dan perempuan itu berbeda. Hadist tersebut menyebutkan dengan jelas bahwa hewan yang akan disembelih untuk pelaksanaan aqiqah anak laki-laki harus 2 ekor kambing. Jika aqiqah anak perempuan maka hanya 1 ekor kambing. Bagi sahabat aqiqah Purwakarta yang masih kebingungan tentang mencari jasa untuk acara aqiqah kami punya informasi mengenai paket aqiqah di Purwakarta dan sekaligus harga aqiqah di Purwakarta. Silahkan langsung kunjungi websitenya yang tertera diatas tadi.

Sunnah Lain Saat Aqiqah

  • Memberikan nama pada anak di hari ke 7 atau tepatnya pada saat pelaksanaan aqiqah.
  • Mencukur rambut bayi.
  • Bersedekah yang beratnya sesuai dengan timbangan rambut bayi yang tadi dipotong.

Pembagian Hidangan Aqiqah

Hewan ternak baik itu kambing atau domba yang disembelih saat aqiqah sebaiknya diolah atau dimasak terlebih dahulu untuk menjadi hidangan yang siap untuk dinikmati. Setelah hidangan daging tersebut masak maka baru diperbolehkan untuk dibagi-bagikan kepada orang lain. Menurut pendapat ulama yang lebih utama sebaiknya diberikan kepada kerabat dan tetangga di lingkungan tempat tinggal sahabat aqiqah purwakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *