Paket Aqiqah di Bandung

Paket Aqiqah di Bandung

Paket Aqiqah di Bandung

Paket Aqiqah di Bandung
Paket Aqiqah di Bandung

Apa itu Aqiqah? Aqiqah dalam bahasa Arab memiliki arti melubangi dan memutus. Namun beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa Aqiqah adalah nama hewan yang akan disembelih. Dalam istilah agama Islam Aqiqah bermakna yaitu melakukan penyembelihan hewan dengan maksud untuk kelahiran anak. Baik anak yang dilahirkan laki-laki ataupun perempuan dan dilaksanakan pada hari ketujuh sejak kelahirannya. Tujuannya tentu saja untuk mencari keridhaan Allah SWT. Belakangan masyarakat sudah mudah untuk melakukan acara Aqiqah anak-anak mereka karena ada paket Aqiqah di Bandung yang sangat membantu.

Pada hari pelaksanaan acara Aqiqah tersebut juga dilakukan proses pemotongan rambut anak, pemberian nama dan acara penyembelihan hewan Aqiqah. Hewan yang digunakan bisa seperti kambing dan domba Aqiqah yang bingung akan melaksanakan acara Aqiqah anak atau keluarga anda bisa langsung cek paket Aqiqah di Purwakarta atau dapatkan informasi lengkapnya di https://Aqiqahpurwakarta.com/

Lalu bagaimana apabila pada hari ketujuh setelah kelahiran anak belum bisa melaksanakan acara Aqiqah. Nah, Aqiqah tetap boleh dilakukan di kemudian hari asalkan anak belum baligh atau dewasa. Jika anak tersebut sudah baligh dan acara Aqiqah masih belum dilakukan maka Sunnahnya anak itu sendiri yang harus melakukan.

Hukum Aqiqah dan Syarat Aqiqah

Aqiqah hukumnya adalah Sunnah Muakkad dan selama Sunnah penyembelihan Aqiqah sesuai dengan hadis nabi Muhammad SAW. “Anak itu tergadai dengan Aqiqahnya yang disembelih untuk dia saat hari ketujuh dan kemudian di cukur rambutnya lalu diberi nama.” (HR Ahmad dan Tirmidzi). Hadis ini banyak ditafsirkan oleh ulama tentang makna dari kata tergadaikan tersebut.

Diantara pendapat tersebut yang paling bagus dan baik maknanya adalah bahwa jika anak tidak di Aqiqahkan kemudian dia meninggal dunia maka anak tersebut tidak akan member syafaat bagi kedua orang tuanya. Namun ada pula yang menafsirkan bahwa Aqiqah merupakan perkara yang harus sehingga diistilahkan menjadi gadai.

Bicara tentang hewan Aqiqah antara anak laki-laki dan perempuan berbeda jumlah hewannya. Jika anak laki-laki maka hewan Aqiqahnya adalah sebanyak 2 ekor domba atau kambing sedangkan jika anak perempuan hanya 1 ekor kambing atau domba saja. sahabat Aqiqah yang membutuhkan informasi paket Aqiqah bisa langsung cek di website kami dan dapatkan informasi mengenai harga Aqiqah di Purwakarta. Hewan yang akan disembelih untuk Aqiqah syaratnya sama seperti hewan yang akan digunakan untuk Qurban.

Perbedaannya terletak pada pemberian dagingnya, Sunnah daging qurban disedekahkan sebelum dimasak. Akan tetapi untuk daging Aqiqah Sunnahnya disedekahkan setelah dimasak terlebih dahulu. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yakni :

“Bahwasanya Rasulullah SAW memerintahkan agar menyembelih Aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang berumur sama dan Aqiqah untuk anak perempuan satu ekor kambing.” (HR Tirmidzi)

Mencukur Rambut dan Memberi Nama

Merujuk pada hadis tentang hukum Aqiqah seperti yang disebutkan tadi bahwa melakukan ibadah Aqiqah dan mencukur rambut sang anak merupakan Sunnah yang kuat dikalangan para ulama. Akan memberikan pahala jika dilaksanakan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Namun pendapat ulama ini juga ikut terbukti bahwa rambut bayi yang baru lahir lebih utama dan baik jika dicukur hingga rata. Selain itu menurut Sunnahnya juga dianjurkan untuk bersedekah yang harganya seberat rambut bayi tersebut atau juga bisa seperak.

Tujuan Aqiqah

Tentu kita wajib tahu juga apa sebenarnya tujuan dari Aqiqah tersebut, ternyata tujuan dan fungsinya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Berikut tujuan dari Aqiqah :

  1. Tujuan yang pertama adalah sebagai bentuk ungkapan rasa tanggung jawab atas amanah yang Allah SWT berikan yakni berupa anak, agar orang tuanya bisa mendidik, memelihara, dan menjaganya dengan tanggung jawab penuh.
  2. Mengerjakan Sunnah dari Nabi Muhammad SAW yang mana beliau meneladani Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Ismail A.S
  3. Bukti syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan atau dikaruniakan anak.
  4. Menjaga dan memelihara dari rayuan serta bisikan iblis dan jin yang telah membuntuti sang anak saat baru lahir.
  5. Melepaskan anak dari jaminan.
  6. Pertahanan orang tua anak pada hari yang akan datang.
  7. Memperkuat dan meningkatkan nilai sosial dalam masyarakat seperti silaturahmi.
  8. Saat menyedekahkan daging hewan Aqiqah kepada tetangga, kerabat, dan masyarakat itu sama artinya dengan membantu mereka.
  9. Membebaskan sang anak dari bencana atau kebinasaan. Seperti pengorbanan yang dilakukan Nabi Ismail A.S.

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah
Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

Bagi sahabat Aqiqah yang membutuhkan paket Aqiqah di Bandung bisa langsung cek harga di website dan dapatkan juga langsung harga Aqiqah di Purwakarta. Ada beberapa tata cara dalam pelaksanaan Aqiqah yang benar menurut syariat antara lain sebagai berikut :

  1. Sebelum proses penyembelihan hewan Aqiqah wajib membaca Basmallah terlebih dahulu.
  2. Kemudian baru dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi dan Rosul.
  3. Penyembelihan hewan Aqiqah dilakukan oleh kyai yang mempunyai ilmu mengenai Aqiqah.
  4. Setelah selesai proses penyembelihan, daging dari hewan Aqiqah tersebut kemudian dimasak dan baru dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan masyarakat sekitar.
  5. Tata cara selanjutnya adalah sang bayi kemudian dicukur rambutnya dan kemudian lanjut pemberian nama. Tujuannya agar kelak bisa akan menjadi anak yang sholeh / sholeha.

Pembagian Daging Aqiqah

Pembagian Daging Aqiqah
Pembagian Daging Aqiqah

Sahabat Aqiqah perlu tahu mengenai daging hewan yang sudah disembelih dari pelaksanaan Aqiqah tersebut. Menurut para ulama pembagiannya bisa dikatakan mirip dengan pembagian daging qurban yakni sebagian dagingnya boleh dimakan oleh keluarga dan sebagian lainnya dibagi-bagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Lalu bagaimana apabila keluarga yang melaksanakan Aqiqah tidak memakan daging tersebut? Tidak ada permasalahan tentang hal tersebut dan boleh-boleh saja keluarga tidak memakannya, namun lebih memilih memberikan seluruhnya pada fakir miskin, kerabat, dan tetangga. Hal tersebut sah-sah saja.

Menurut pendapat ulama Syaikh Jibrin bahwa Sunnahnya memakan seperti dari daging Aqiqah, menghadiahkan sepertiganya, dan kemudian sepertiganya lagi disedekahkan kepada kaum Muslimin. Berbeda dengan ulama Syaikh bin Baz, menurut pendapat beliau yakni memberikan kebebasan antara disedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dimasak untuk kemudian mengundang para kerabat, sahabat, tetangga, dan kaum Muslimin untuk menyantap bersama-sama.

Penting bagi kita sebagai umat Rasulullah SAW mengetahui tata cara pelaksanaan Aqiqah yang benar merupakan suatu keharusan. Karena hal tersebut dalam Islam pelaksanaan ibadah Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkad (menurut pendapat Jumhur Ulama). Jangan sampai pelaksanaan Aqiqah yang kita lakukan hanya mengikuti yang orang lain lakukan tanpa mengetahui apa pengetahuan dasar, maka sangat dikhawatirkan kesempurnaan ibadah Aqiqah tersebut tidak akan diperoleh. Hikmah dan makna ibadah Aqiqah juga akan kurang terasa.

Bagi sahabat yang ingin melaksanakan ibadah Aqiqah bisa menggunakan paket Aqiqah di Purwakarta yang akan membantu dalam persiapan dan pelaksanaan Aqiqah. Silahkan kunjungi website kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *